Katanya; Jangan Sok Suci.

Ada sebait kata yang beberapa hari lalu membuat saya sedikit risih.

Atau lebih tepatnya merasa “wow” dalam arti “miris” dengan oknum yang mengutarakan sebait kata ini; “Jangan SOK SUCI. Kita hanya berbeda dalam memilih dosa.”

Apa pendapat kalian???

Menurut hemat saya, dia benar. Tapi katanya terlalu kasar dengan mengutarakan “jangan sok suci” diawal kalimat.

Kita, memang berbeda dalam memilih dosa. Dan kita juga berbeda jalan dalam memilih pahala.

Kalau oknum pendosa bilang “Jangan sok suci.” Lantas bagaimana seorang oknum pencari pahala berkata(?) Mungkin tidak dibalas dengan hal yang sama, ya. Melainkan mendo’akannya agar ia menemukan jalan yang benar dalam memilih kehidupan.

Kembali pada point “kita hanya berbeda dalam memilih dosa.” Contohnya, ‘seorang pencuri sedang melakukan dosa mencuri, lalu ada yang lain sedang melakukan dosa pacaran (zina), dan ada yang lain sedang melakukan dosa ghibah, ada juga yang senang dengan dosa mengumbar aurat, atau seluruh jalur pilihan dosa di atas dirangkum oleh satu orang. Na’udzubillah!

Masing-masing dari kita memang berbeda cara memilih dosa. Tapi, yang perlu diingat adalah proses yang kita pilih akan menuai hasil yang sama.

Cara kita memilih; ingin jadi pezina, atau pencuri, atau pemabuk, atau seorang yang suka pamer aurat, atau suka ghibah, dsb, itu semua bukan “beda” melainkan sama. Semua jalan dalam pilihan tersebut sama-sama akan menuai dosa, lebih tepatnya azab Allah.

Jadi, jika kita berani memilih jalan dalam keburukan (dosa), lantas mengapa kita tidak memilih jalan dalam kebaikan (pahala) (?)

Bukan kah, kita akan memanen hasil yang kita semai?

Setiap “pilihan” memang membuat kita beda. Mereka yang memilih dalam jalur dosa, juga memilih proses yang berbeda. Begitu pula dengan mereka yang memilih jalur pahala, pun memilih proses yang tak sama pula.

Sebagaimana Firman Allah dalam surat Al-Mu’minun: 54 “Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai waktu yang ditentukan.”

Setiap dari kita memang akan terpecah kepada beberapa golongan, baik itu golongan kanan (kebaikan) mau pun golongan kiri (keburukan).

Masing-masing golongan kanan akan terpecah kedalam beberapa pilihan, pun sebaliknya dengan golongan kiri.

Namun, yang perlu kita garis bawahi adalah kita tidak perlu menjadi hakim atas pilihan orang lain. Pun tidak perlu menjadi juri dalam kehidupan orang yang berbeda dari kita.

Jika memang kamu memilih jalan dosa, itu hak kamu. Dan pilihan orang lain tak berhak dikomentari oleh mu.

Jalan masing-masing saja. Itu lebih baik, kan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s